Antonio Rudiger Cedera di Final Liga Champions 2020-2021

Antonio Rudiger Cedera di Final Liga Champions 2020-2021

Antonio Rudiger Cedera di Final Liga Champions 2020-2021 – Bek Chelsea, Antonio Rudiger, sampaikan permintaan maaf selesai melukai pemain tengah Manchester City, Kevin De Bruyne, di laga final Liga Champions 2020-2021. Permintaan maaf itu dikatakan Rudiger melalui account Twitter pribarinya, @ToniReuediger.Sudah diketahui, De Bruyne alami cidera tulang patah hidung dan rongga mata saat Man City hadapi Chelsea di partai final Liga Champions 2020-2021. Hal tersebut terjadi selesai De Bruyne bertubrukan dengan Rudiger di atas lapangan.

Tubrukan yang demikian keras sampai mengakibatkan ke-2 pemain tergeletak sekalian memegang kepala semasing. De Bruyne juga mau tak mau diambil keluar lapangan karena tidak sanggup meneruskan laga.Simak juga: De Bruyne Patah Tulang Hidung Selesai Tubrukan dengan Rudiger di Final Liga Champions”Saya betul-betul meminta maaf atas cidera @ DeBruyneKev,” cuit Rudiger di account Twitter pribadinya, Senin (31/5/2021).”Sudah pasti ini bukanlah sebuah kesengajaan yang saya bikin. Saya telah mengontak Kevin (De Bruyne) secara individu,” sambungnya.

Bek Chelsea  Antonio Rudiger Cedera di Final Liga Champions 2020-2021 Rudiger Minta Maaf

Antonio Rudiger Cedera di Final Liga Champions 2020-2021

“Saya betul-betul mengharap ia cepat pulih dan mengharap kita dapat menyaksikannya kembali di atas lapangan dengan selekasnya,” lanjut pengakuan Rudiger. Untungnya, walau alami cidera lumayan serius sekarang ini De Bruyne akui pada keadaan yang lumayan baik. teachersday2015 Dia juga mengharap dapat kembali lagi ke lapangan rumput secepat-cepatnya.

Cidera De Bruyne tidak cuma menjadi berita jelek untuk Man City tetapi juga untuk Tim nasional Belgia yang bakal hadapi Rusia di pertandingan pembuka Piala Eropa 2020. Ke-2 team akan sama-sama bertemu di Stadion Korstovsky pada 12 Juni 2021 kelak.

De Bruyne juga diinginkan dapat selekasnya kembali sembuh supaya bisa memberi permainan terbaik untuk Rode Duivels -julukan Tim nasional Belgia. Tidak dapat disangkal, pemain tengah 29 tahun itu mempunyai peranan penting dalam tim instruksi Roberto Martinez.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *